Diam - Sebuah Perspektif Islam

  • click to rate

    "Diam adalah emas" kata kita. Dalam Islam diam lebih dari emas. Ada pepatah terkenal dari Nabi Muhammad (saw) tentang nilai diam:

     

    “Salat adalah rukun Islam yang utama, namun diam itu lebih baik.
    Sedekah (amal) akan memadamkan kemarahan Allah, namun diam lebih baik.
    Sawm (puasa) adalah perisai dari api neraka, namun diam lebih baik.
    Jihad (perang suci) menempati posisi tinggi di dien Allah, namun diam lebih baik."

     

    Manusia mengalami ketenangan dengan mengurangi empat kebiasaan bawaannya: bersosialisasi, makan, tidur dan banyak bicara. Islam sangat menekankan pada pengendalian lidah. Pidato adalah salah satu pintu masuk ke hati spiritual. Umumnya pembicaraan yang tidak berguna adalah sebagian besar dari apa yang kita ucapkan. Itu adalah apa yang dikatakan dengan sedikit pemikiran dan kurang tujuan. Anehnya bahkan berbicara tentang agama bisa termasuk dalam kategori ini. Banyak Muslim berbicara tentang Tuhan dan Islam tanpa pengetahuan yang benar.

     

    Adapun percakapan sehari-hari, semuanya tentang berdebat, memfitnah, berdebat, dan berbohong. Pidato seperti itu tidak memiliki nilai, atau lebih tepatnya membawa efek negatif karena tidak membawa apa-apa selain gangguan dengan hal-hal sepele.

     

    Sebaliknya ucapan yang bermanfaat menurut ajaran Islam adalah apapun yang bermanfaat dan membangun. Mengomentari kehidupan publik tidak dianggap berbahaya secara spiritual namun hanya ketika bibir kita tertutup rapat tentang hal-hal biasa barulah ucapan yang bermanfaat menjadi terang. Berbicara berlebihan bisa menjadi ancaman serius bagi jiwa seseorang. Lidah memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki organ tubuh lainnya, yaitu menyebut nama Allah dan mengingat-Nya dengan suara. Obat esensial untuk berbicara berlebihan menurut para Ulama adalah dengan selalu mengingat Allah.

     

    Kita sering diajari untuk berpikir sebelum berbicara, tetapi bakat ini tampaknya telah hilang seiring berjalannya waktu. Meskipun tidak mungkin untuk menghabiskan setiap saat dengan mengingat Allah, ini adalah bagian dari pelatihan spiritual untuk berusaha menjaga lidah seseorang tetap lembab dengan dzikirullah (mengingat Allah). Setelah banyak mengingat dengan lidah (ada yang mengatakan butuh bertahun-tahun), menjadi wajar bagi sebagian orang untuk terus-menerus merenungkan dan mengingat Yang Esa, Allah. Diam dalam Islam, hanyalah Keselamatan.

     

    Buat Anda yang mau menjalankan ibadahhaji, jangan lupa untuk memeriksa Biaya Jadwal Paket Umroh 2022 2023 demi kenyamanan perjalanan Anda.