Ladang Bisnis Sepakbola di Indonesia

  • Ladang Bisnis Sepakbola di Indonesia

    Sepakbola merupakan olahraga paling digemari di Indonesia, bahkan dunia. Pertunjukan permainan sepakbola entah di kampung maupun perkotaan selalu ramai ditonton, baik secara langsung maupun nonton bareng di rumah.

    Sepakbola seolah menjadi sebuah “agama” bagi beberapa orang. Mereka rela pergi ke luar kota dengan menghabiskan uang, hanya untuk melihat klub kesayangannya bertanding away melawan tim luar kota mereka. Para supporter inilah yang akhirnya akan membuat pemasukan sendiri ke klub yang dicintainya.

    Kita tahu pendapatan sebuah klub sepakbola tidak hanya dari sponsor di jersey, juga ada pendapatan besar dari penjualan tiket laga kandang, penjualan jersey dan merchandise, juga pendapatan seperti penjualan pemain ke klub lain.

    Klub-klub di eropa memang sudah lazim dengan jual-beli pemain sejak era 90-an. Jual-beli pemain tersebut biasanya sudah dijadwalkan oleh UEFA sebagai induk sepakbola eropa. Harga jual beli pemain pun akan berbeda, tergantung dengan kualitas si pemain.

    Sebut saja salah satu pemain berbakat di dunia, Neymar Jr. Pada tahun 2018 yang lalu, ia dibeli oleh klub asal Perancis PSG dengan mahar 200 juta euro dari Barcelona. Ini tentu menguntungkan Barcelona berkali-kali lipat dari harga belinya kala itu.

    Bisnis sepakbola di eropa bahkan tiap tahun semakin meningkat dan semakin diminati para investor asing dari negara di luar eropa. Contoh saja, investor asal Asia mulai tertarik untuk memiliki klub besar eropa, baik di Premiere League, Serie A maupun La Liga.

    Tidak hanya investor yang berhubungan langsung dengan sepakbola, banyak juga perusahaan lain yang diuntungkan dengan populernya sepakbola. Sebut saja perusahaan media, agensi pemain, juga situs betting.

    Di Internet, sudah sangat banyak situs web berita yang focus mengabarkan berita sepakbola, prediksi bola, klasemen bola dan hasil pertandingan kepada pengguna internet khususnya untuk penggila olahraga sepakbola. Selain itu, banyak juga situs betting atau taruhan olahraga yang ada di internet.

    Bagaimana Bisnis Sepakbola di Indonesia?

     

    Bisnis sepakbola di Indonesia nampaknya tidak sehingar-bingar di Eropa. Belum atau bahkan tidak ada jual-beli pemain yang berharga milyaran rupiah yang dilakukan antar klub. Yang ada hanyalah Klub merekrut pemain dengan status free transfer.

    Tidak adanya investor yang mau menggelontorkan uang besar mungkin yang jadi masalah. Saat ini bahkan beberapa klub nampaknya masih hanya mengandalkan pendapatan dari sponsor dan penjualan tiket saja. Karena masih banyak klub yang tidak memiliki toko official yang bisa menjual merchandise. Salah satu alasan, masih banyak orang Indonesia yang lebih membeli barang murah tapi palsu.

    Di sektor lain, banyaknya kontroversi yang terjadi di liga Indonesia menjadi salah satu penyebab investor sepakbola enggan masuk. Faktanya, beberapa kasus yang menimpa PSSI cukup berpengaruh pada jalannya Liga Sepakbola di Indonesia.

    Berbeda dengan bisnis lain yang tidak berhubungan langsung dengan sepakbola seperti media pemberitaan bola dan situs judi bola online yang ada di Indonesia. Semakin hari, mereka semakin besar dan “kaya raya”.

    Situs betting atau perjudian di Indonesia memang dilarang oleh pemerintah Indonesia. Namun pada faktanya, situs judi online di Indonesia semakin berkembang dan mulai masuk ke ranah sepakbola Indonesia.

    Di beberapa bandar bola, mereka memasukan Liga 1 Indonesia sebagai salah satu arena judi. Memang ini tidak ada kerjasama dengan PSSI, namun jika dikaitkan dengan bisnis bola di Indonesia, yang paling diuntungkan tentunya situs judi dan juga web berita bola.

    Salah satu bandar bola terpercaya di Indonesia adalah 7live Asia lewat taruhbola.com. Meskipun mengalami blokir domain beberapa kali, mereka tetap mengibarkan sayapnya di ranah betting online. Ditaksir kini sudah memiliki jutaan pengguna, dan ribuan pengguna aktif setiap harinya.

    Situs judi 7Live Asia juga tidak sendirian, masih banyak situs lainnya yang berbisnis sepakbola di Indonesia.

0 comments